Foto Saya
Nama sejak lahir di tahun 1991 dan alhamdulillah belum diubah hingga sekarang, Yan Muhtadi arba. Lahir di kota pantura - Pemalang. Mari belajar!

Kenapa bebek ga bisa mengerami telurnya?

bebek kwek... kwek...


Pernahkan temen-temen melihat peternakkan bebek? Kalau aku sih sering. Maklum hidup di desa. Ok, kalau memang temen-temen belum pernah lihat, akan aku critain sedikit. 

Biasanya Peternakan bebek berlokasi di sawah-sawah namun ada juga lokasi yang khusus di buat untuk kandang bebek. Bisa dimengerti kalau para peternak memilih sawah sebagai tempat berternak. Hal itu dikarenakan bau dari kotoran bebek yang sangat khas (baca: bau banget). Bebek juga mempunyai kebiasaan buruk selalu rebut, entah apa yang dibicarakan (hehehe) sehingga perlu dijauhkan dari permukinan agar tidak mengganggu kentraman warga (lebay mode on). Disamping itu, peternak juga mudah dalam memelihara bebeknya. Bebek bisa dilepas untuk mencari cacing ataupun ikan sebagai makanannya. 

Namun ada satu hal yang mengganjal di pikiranku. Bagi yang pernah liat peternakan bebek pasti kalian tau kalau bebek ga menggerami telurnya agar bisa menetas. Mereka selalu meninggalkan telurnya di mana saja mereka berada. Misal kalau mereka sedang mencari makan di sawah terus bertelur ya telurnya ditinggal di sawah. Yang paling sering adalah telur di tinggal di pekarangan kandang tempat mereka diberi makan sehingga para peternak leluasa sekali mengambil telur untuk dikumpulkan dan kemudian dijual atau dijadikan telur asin. Mengapa demikian? Apakah bebek ga punya naluri keibuan?
Setelah sekian aku lama mencari tahu akhirnya ku temukan juga jawabannya. (catatan: cerita ini adalah hanya fiktif belaka. Xixixixi)

Buaya, ayam, dan penyu
Pada jaman dahulu, ketika semua hewan bisa bicara, Singa si Raja Hutan mengumpulkan seluruh penghuni hutan. Buaya, penyu, bebek, burung, dan ayam ikut juga ikut berkumpul untuk mendengar ‘wejangan’ dari rajanya. 

“Selamat datang para rakyatku!” ucap sang Raja Hutan untuk membuka pertemuan. Dipertemuan itu Singa si Raja hutan memberikan petuah dan wejangan kepada seluruh rakyatnya. “Ayam… kalau kamu bertelur, eramilah telurmu selama 21 hari sampai mereka menetas” nasihat sang raja kepada Ayam.

“ Burung… karena kau selalu pergi terbang kesana-kemari untuk mencari makan, jika kamu bertelur maka letakkanlah telurmu di tempat yang tinggi dan eramilah mereka” lanjut sang Raja.

"Buaya dan Penyu… setiap kalian bertelur, kalian harus mengubur telur kalian, lalu tinggalkanlah, maka mereka akan menetas dengan sendirinya” ucap sang Singa kepada Buaya dan Penyu.

“Bebek… sama seperti kawanmu… (@#@$$%%^&^&*&$##@@$$%^^**-=-*&+=). Bebek tidak mendengarkan apa yang dinasihatkan Rajanya. Ia malah sibuk bercanda dengan sang penyu. Sampai akhirnya pertemuan itu selesai. Di perjalanan Bebek berpikir, “tadi apa yang dinasihtkan sang Raja padaku?” “oh… ya mungkin aku harus sama seperti kawanku si Penyu agar meninggalkan telurku kalau bertelur nanti, supaya telur-telurku bisa menetas.”

Begitulah sampai sekarang sehingga bebek tidak bisa mengerami telur-telurnya.

Eiitss... mau kemana, pencetin dulu yak!

Baca juga yang lainnya...

5 comments

24 Agustus 2011 10.42

oh jadi itu toh kisahnya....

25 Agustus 2011 08.07

Kata mbah saya gitu mba Fanny... (cerita jaman kanak2) :)

25 Oktober 2011 00.44

Aku juga lahir dan besar dari Desa..tp sayangnya belum pernah ngamati si bebek. Kata ortuku miara bebek kebutuhan makannya banyak jd lebih milih beternak ayam kampung, kambing, deh

1 November 2011 09.32

aku juga belum pernah miara bebek koq mbak...

21 Maret 2012 12.49

karena telornya diasini....
:P

Poskan Komentar

Tidak ada moderasi. Komentar SPAM dan PROMOSI akan dihapus!
up date - selalu akan ada moderasi :D

Delete this element to display blogger navbar

 
© UnconditionalBlog | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger